3 Macam Latihan Lari Yang Jarang Di Ketahui

Makin kerap lakukan sesion latihan yang menyatukan macam kecepatan ini, seorang akan makin kuat dan tahan secara psikis saat lari atau berlomba-lomba. Badan umumnya bisa bergerak semakin lama dan bisa lebih cepat. Istilah dari latihan olah fisik ini mungkin kedengar asing dalam telinga, tetapi banyak orang pernah lakukan latihan ini. Latihan fartlek ialah lari dengan kecepatan lari yang bervariatif. Tiga tipe latihan lari itu -bermanfaat tingkatkan ketahanan badan- kemungkinan seringkali Anda dengar, tetapi bisa saja belum memahami seutuhnya. Ini maknanya.

Fartlek

Kata ‘fartlek’ datang dari bahasa Swedia yang maknanya speed play. Fartlek sebagai salah satunya wujud latihan yang memadukan beragam kecepatan atau tipe lari yakni lamban, cepat , berliku, turun naik tangga, lompat, atau loncat.
Fartlek umumnya diawali dengan lari lamban, selanjutnya divariasikan dengan sprint pendek yang intens, dan diteruskan dengan lari tempo sedang (memanjangkan cara).

Macam tempo lari ini dapat ditata sendiri dan kecepatannya bergantung kekuatan semasing. Jika berasa capek, bisa lari perlahan-lahan bahkan juga bisa jalan. Sesudah berasa kuat kembali, Anda dapat meneruskan lari atau sprint. Skema latihan yang seperti bermain dengan kecepatan berikut yang membuat latihan ini disebutkan speed play (fartlek).
Coba Kerjakan

  • fartlek 30-60 menit dengan macam lari perlahan (200-600 meter)
  • Lalu lari sedang (100-150 meter)
  • Selanjutnya lari cepat (25-50 mtr.)
  • Juga bisa diselipin dengan turun naik tangga, melompati boks, jalan kaki, atau macam yang lain.

Pelatihan Interval

Ini ialah sistem latihan yang diselipin istirahat atau mungkin dengan selang-seling kecepatan. Anda dapat tingkatkan kecepatan tiap menit dengan bertahap. Saat sebelum latihan jeda, tentukan beberapa hal berikut dahulu:

  • Jarak menempuh, misalkan 200, 400, atau 800 mtr..
  • Perulangan lari, misalkan 400 mtr. sekitar 5x.
  • Kecepatan lari, misalkan pace 6:00 (maknanya lari 6 menit per 1 km).
  • Istirahat atau jeda. Waktu istirahat antara ulangan lari diputuskan sepanjang beberapa menit atau menit. Istirahat dilaksanakan pada jalan perlahan, jogging, senam enteng, dan sekalian atur napas.
  • Kerjakan latihan jeda dengan skema lari cepat 1-2 menit, dituruti jalan kaki 1-2 menit. Ulang seringkali sampai keseluruhan waktu 10-20 menit.
  • Kerjakan latihan jeda 1-3 kali satu minggu. Supaya memperoleh hasil optimal, Anda perlu jaga durasi waktu sekitaran 10-20 menit saja. Lebih dari itu, Anda dapat alami kecapekan atau kwalitasnya turun hingga tidak memiliki faedah yang serupa.

Speed pelatihan

Latihan speed ialah skema latihan dalam jarak 10-60 mtr.. Untuk pelari, latihan speed berguna latih otot agar bergerak secara cepat dan supaya badan ketahui bagaimana triknya tingkatkan kecepatan di saat lari jauh. Pelari yang tak pernah latih badannya dengan latihan speed umumnya susah untuk tingkatkan kualitas lari ke intensif yang semakin tinggi atau tidak bisa membenahi individual best.
Coba Kerjakan latihan speed dengan skema:

  • Sprint 5x sepanjang 10 mtr..
  • Sprint 5x sepanjang 20 mtr..
  • Sprint 3x sepanjang 30 mtr..
  • Sprint 2x sepanjang 50 mtr..
  • Lari (bukan sprint) 1 kali sepanjang 60 mtr..

Tingkatan yang perlu dituruti yakni :

  • Berdiri dengan awalan status siap lari.
  • Dengan aba-aba kemudian lari sekencang pesatnya sama sesuai jarak yang sudah diputuskan.
  • Kembali dengan jalan ke garis awalnya.
  • Ulang kembali sama sesuai repetisi yang sudah diputuskan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *