Vaksin Covid-19 di Jakarta Khusus 18+ Amankah?

Vaksin Covid-19 kini sudah mulai berlaku untuk wilayah DKI Jakarta. Kementerian Kesehatan RI telah mengizinkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh warganya yang hanya berusia 18 tahun ke atas.

Dengan melalui surat yang telah dibuat oleh Kementerian Kesehatan ditujukan kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta. “Provinsi DKI Jakarta dapat memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada seluruh penduduk usia 18 tahun ke atas,” ujar Plt. Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu.

Ada beberapa pertimbangan mengapa instruksi vaksinasi dilakukan di Pemprov DKI Jakarta. Berdasarkan data, total kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sampai tanggal 6 juni 2021 mencapai 435.135 orang. Angka tersebut, 35% diantaranya kasus positif aktif dengan gejala sedang sampai kritis.

Kemudian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jakarta telah dalam tahap 3 dengan sasaran masyarakat rentan. Akan tetapi, pelaksanaannya masih terbatas dengan sasaran yang tinggal di pemukiman kumuh saja.

Selain itu, DKI Jakarta itu menjadi pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga prioritas untuk menurunkan, menekan dan mengendalikan kasus Covid-19 di DKI Jakarta, melalui herd immunity melalui vaksinasi.

Namun disamping itu, Kemenkes meminta Pemprov DKI Jakarta selalu memprioritaskan vaksin kepada tenaga kesehatan (nakes), orang berumur usia lanjut, petugas pelayanan publik, masyarakat yang rentan di area kumuh, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang belum mendapatkan vaksinasi.

Dilansir dari Berita Terkini katadata.co.id, bahwa hasil studi di beberapa negara menunjukkan vaksin Covid-19 yang beredar tetap efektif melawan varian baru virus corona. Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Novavax telah menunjukkan keampuhannya melawan varian baru.

Vaksin Ampuh Melawan Corona

Dari Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa ada sekitar 400 ribu vaksin AstraZeneca yang sudah didistribusikan ke Provinsi DKI Jakarta, dan akan memasuki kedaluwarsa pada Juni 2021.

Merk AstraZeneca pada Batch CTMAV547 dengan jumlah 448.480 dosis, ini ialah bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang sudah diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO.

Pada awal juni 2021, pemerintah kembali melanjutkan distribusi merk AstraZeneca batch CTMAV547 dengan menyusul hasil uji toksisitas dan sterilitas yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM menyatakan aman dan tidak berkaitan dengan laporan kematian di Indonesia.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *