Pola Makanan Saat Pandemi Menurut WHO

Pola Makanan Saat Pandemi: Menurut WHO

Pola Makanan Saat Pandemi: Menurut WHO

Sudah lebih dari 1 tahun pandemi COVID-19 berlangsung. Jangan lengah, imunitas tubuh harus tetap terjaga.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjaga pola makan sehat sangat penting selama pandemi COVID-19. Makanan dan minuman apa pun yang masuk dalam tubuh bisa mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mencegah, melawan, dan pulih dari infeksi. “Meski tidak ada makanan atau suplemen makanan yang dapat mencegah atau menyembuhkan infeksi COVID-19, pola makan sehat penting untuk mendukung sistem kekebalan,” demikian penjelasan WHO, dikutip dari situs resminya.

WHO juga memaparkan, nutrisi yang baik bisa mengurangi kemungkinan berkembangnya masalah kesehatan lain, termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Bagi anak-anak, pola makan sehat dan seimbang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan untuk orang tua, pola makan sehat bisa membantu memastikan kehidupan yang lebih sehat dan lebih aktif.

Pandemi virus corona masih belum bisa dipastikan berakhir kapan. Keadaan ini tidak hanya membuat Anda harus menjaga kondisi fisik, tapi juga kesehatan mental.

Terlalu lalu lama tinggal di rumah, kehilangan pekerjaan saat pandemi, hingga kehilangan orang terkasih akibat corona bisa berujung depresi. Mental yang guncang malah justru menurunkan imunitas tubuh, berdampak masuknya penyakit fisik.

Pola Makanan Saat Pandemi: Menurut Dokter

Agar kesehatan mental tetap terjaga selama masa pandemi virus covid, berikut ini pola makan sehat yang disarankan oleh dr. Devia Irine Putri.

Pola Makanan Saat Pandemi: Menurut Dokter

  • Selalu Konsumsi Makanan yang Bergizi

Mencukupi kebutuhan gizi harian tidak hanya membuat Anda sehat secara fisik, tapi juga secara mental.

Anda diminta untuk mencukupi kebutuhan vitamin B12, karena berfungsi untuk mengurangi risiko peradangan pada jaringan tubuh termasuk di otak, serta menurunkan risiko depresi.

Selain itu, Anda juga wajib mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3. Senyawa ini terbukti ampuh dalam menjaga fungsi otak dan menurunkan risiko peradangan dalam tubuh.

“Selama pandemi, setiap orang wajib memenuhi kebutuhan gizi setiap hari. Caranya adalah dengan mencukupi kebutuhan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral,” kata dr. Devia.

“Konsumsi juga ikan berlemak, sayuran hijau, buah. Itu semua sumber makanan yang baik untuk tubuh,” sambungnya.
Sedangkan untuk Ibu Hamil dapat mengkonsumsi makanan sayuran, kacang, dan lain-lain.

  • Mencukupi Kebutuhan Cairan

“Pria dewasa umumnya membutuhkan 2,5-2,6 liter air putih setiap harinya. Sedangkan wanita dewasa membutuhkan minimal 2,3 liter air setiap hari,” ungkap dr. Devia.

“Air putih merupakan sumber cairan paling baik dan paling sehat untuk tubuh manusia. Selain berguna untuk mencegah dehidrasi, air putih juga membantu mengoptimalkan metabolisme tubuh,” tegasnya.

Atas dasar itu, jadikan air putih sebagai pemasok utama cairan tubuh. Sebaliknya, hindari mengonsumsi minuman manis dan bersoda, karena justru dapat menurunkan kondisi kesehatan tubuh Anda.

“Terlalu banyak konsumsi minuman manis dan bersoda bisa meningkatkan risiko obesitas. Untuk kafein, sebaiknya ini dibatasi juga, mengingat bisa memengaruhi kualitas tidur dan menyebabkan kurang istirahat, yang pada gilirannya akan memengaruhi kondisi fisik dan mental,” ujar dr. Devia.

  • Konsumsi Makanan Mengandung Prebiotik

“Prebiotik merupakan kandungan pada makanan yang tidak bisa dicerna dan secara alami ada pada usus. Prebiotik bisa mendorong pertumbuhan bakteri baik yang menjaga kesehatan usus dan juga mental,” tutur dr. Devia.

“Anda bisa mengonsumsi makanan, seperti yoghurt, kimchi, keju, kacang-kacangan, dan sebagainya,” lanjutnya.

  • Menyediakan Suplemen Tambahan

Bagi yang tidak suka makan sayur atau buah, Anda bisa mencukupi kebutuhan gizi harian dengan mengonsumsi suplemen vitamin.

Agar manfaatnya benar-benar optimal, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin tertentu.

Ini juga bertujuan agar Anda bisa mengetahui dosis suplemen yang tepat, sehingga tidak malah menyebabkan efek samping yang merugikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *