Tips investasi reksa dana untuk milenial

Atensi berinvestasi umur milenial terus tumbuh pesat spesialnya semenjak masa pandemi. Aspek pendukungnya merupakan likuiditas yang berlebih sebab pembatasan kegiatan konsumtif semacam hangout di kafe maupun traveling. Dengan dana melimpah serta berbekal nyali khas anak muda, para milenial berani berupaya perihal baru, salah satunya investasi.

Buat para investor pendatang baru, sejatinya instrumen investasi reksa dana merupakan tempat kick- start yang pas buat berinvestasi. Terlebih saat ini dengan bermacam- macam fitur keren dalam platform digital, malah terus menjadi mempermudah serta lebih mendisiplinkan nasabah milenial buat teratur berinvestasi.

Sedangkan itu generasi muda yang ialah CTO dari industri startup Carikamar, Alvine Yoga Pratama, mengakui instrumen reksadana sesuai buat pendatang baru yang awam soal investasi saham. Belajar reksa dana baginya berarti serta bisa jadi investasi jangka panjang.

” Awal coba reksa dana di Bank Mandiri Syariah. Profitnya tidak besar tetapi risikonya pula rendah. Itu keuntungan memakai aplikasi syariah. Jika profit besar ya risikonya besar pula,” ucap Alvine.

Fitur aplikasi reksa dana yang menarik untuknya merupakan akses membaca grafik serta laporan persentase perkembangan saham dalam portofolionya. Meski belum teratur menyisihkan dana buat topup tiap bulan tetapi ia mengupayakan disiplin menyisihkan dana dekat Rp 300 ribu buat berinvestasi reksa dana.

” Saat ini pula telah banyak opsi fintech berinvestasi yang lebih mudah apalagi kasih bonus buat menarik pengguna,” lanjutnya.

Di sisi lain, Financial Planner Tejasari Asad yang mengatakan sebagian panduan dalam berinvestasi reksa dana. Apa saja itu:

1. Paham tipe tipe produk reksa dana. Sebab standarnya terdapat 4 tipe, jadi wajib ketahui masing masing resikonya.

2. Mengidentifikasi profil resiko wajib disesuaikan dengan tipe reksa dananya. Apabila profilnya konservatif pasti risikonya hendak berbeda dengan yang memilah profil kasar.

3. Wajib ketahui tujuan investasi reksa dana ini buat jangka waktu pendek ataupun menengah. Ini pula jadi penentu memilah tipe reksa dana yang hendak dibeli. Contohnya apabila buat jangka pendek, dianjurkan memilah reksa dana pasar duit. Sebaliknya jangka panjang reksa dana saham.

4. Wajib paham metode memilah manajer investasi yang pas. Contohnya di fintech terdapat berbagai berbagai Manajer Investasi, jadi kita dapat melaksanakan diversifikasi serta ada banyak opsi.

5. Menekuni gimana metode melaksanakan pembelian, switching, serta penjualan reksa dana.

6. Jangan kurang ingat mendiversifikasi berbentuk pemilihan sebagian reksa dana.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *